Raksasa Tidur ‘
Oleh Britany Alasen Sembiring
Lautan Teluk Weda diantara pulau-pulau elok Maluku ini tampak sumringah dengan kicauan burung camar dan hempasan ombak yang masih alami. Peradaban masyarakat kabupaten Halmahera Tengah ini mulai menghiasi daftar panjang daerah yang memiliki keunikan budaya dan potensi tersendiri.
Hutan tropis
Keajaiban alam dan lahan investasi yang tak pernah terhindarkan dari mata adalah pemanfaatan Lautan seluas 6.104,65 Km2 dengan karang lautnya menjadi habitat yang cocok untuk berbagai jenis ikan dan biota laut lainnya. Secara ekonomi, Potensi perikanan Halmahera Tengah hingga akhir tahun 2006 sebanyak 9.110,2 ton yang terdiri dari ikan segar sebesar 7.184,5 ton dan ikan olahan sebesar 1.925,7 ton. Keindahan pantai dengan biota lautnya akan dapat memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha perdagangan ikan disamping memenuhi kebutuhan konsumsinya kepada para wisatawan asing. Pemerintah juga dapat mendukung pembangunan sektor perikanan ini dengan menarik kerjasama investasi dari dalam maupun luar negeri. Caranya adalah melakukan promosi langsung maupun tidak langsung ketika para wisatawan tersebut berkunjung. Tentunya perwujudan investasi di sektor ini menjadi sumber keuntungan bagi pihak investor, masyarakat serta pemerintah daerah pada umumnya.
Budaya masyarakat
Salah satu potensi yang marak diminati di kabupaten Halmahera Tengah ini adalah kandungan perut bumi Halmahera Tengah seperti Nikel, Minyak Bumi, Emas, Batubara, Pasir Besi, Asbas, dan lain-lain. Beberapa perusahaan lokal bekerjasama dengan pihak asing melakukan eksplorasi besar-besaran dan menyerap tenaga kerja yang cukup banyak seperti PT. Aneka Tambang yang telah mengelola Biji Nikel di Pulau Gebe. Kemudian, PT. Weda Bay Nikel dari
Julukan ‘Raksasa Yang Tidur’ memang lebih cocok disandang kabupaten Halmahera Tengah ini karena daerah ini memiliki potensi ekonomi yang belum tergarap karena belum dimanfaatkan secara optimal. Bahkan sumber daya manusia masyarakt Halmahera Tengah ini belum terlalu dimanfaatkan menjadi tenaga yang terampil dan terdidik.
Secara makro, pertumbuhan ekonomi daerah kabupaten Halmahera Tengah ini belum stabil karena masih bertumpu pada sektor pertambangan sebagai ‘leading sector’. Dengan menggunakan dasar harga konstan tahun 2000, peningkatan yang tajam dati tahun 2001 ke 2002 mencapai 2.27 persen. Kemudian tren peningkatan ini diteruskan hingga 2004 yaitu 5.27 persen walau pada akhirnya tahun 2005 turun menjadi 4.17 persen. Sedangkan kemakmuran masyarakat ini sedikit meningkat antara tahun 2004-2005 dengan peningkatan Pendapatan Perkapita masyarakat yaitu dari 4,79 juta rupiah di tahun 2004 menjadi 4,83 juta rupiah pada tahun 2005. (Pemerintah Kabupaten
Pemerintah kabupaten Halmahera Tengah ini dapat jeli dalam mengambil keputusan tentang bagaimana mengembangkan perekonomian daerahnya agar tidak terlalu tergantung dengan sektor pertambangan. Ada beberapa lahan investasi yang dapat digarap dan memberikan potensi kemandirian ekonomi bagi masyarakat Halmahera sendiri, yaitu Sektor Perdagangan dan Jasa berupa Hotel/Penginapan & Restoran yang sebesar 11.23% dan lebih dipicu oleh besarnya pertumbuhan sub sektor perdagangan besar & eceran dengan produk-produk olahan sektor perikanan dan kehutanan oleh UKM (Usaha Kecil Mikro). Jumlah UKM ini mulai banyak di Kabpaten Halmahera Tengah ini seperti yang terlihat di Tabel. Peningkatan aktivitas perdagangan di Kabupaten Halmahera Tengah ini membuka ’market’ bagi para investor dan masyarakat untuk meraih keuntungan.
Tabel Jumlah Pelaku Usaha di Kabupaten
| No. | Kecamatan | Usaha Mikro | Usaha Kecil | Usaha Menengah | Usaha Besar | Jumlah |
| 1 | Weda | 34 | 21 | - | - | 55 |
| 2 | Weda Utara | 25 | 17 | - | - | 42 |
| 3 | Weda Selatan | 33 | 19 | - | - | 52 |
| 4 | Patani | 31 | 28 | 8 | 1 | 67 |
| 5 | Patani Utara | 50 | 35 | 3 | - | 88 |
| 6 | Gebe | 61 | 12 | - | - | 73 |
| Jumlah | 234 | 132 | 11 | 1 | 377 | |
Sumber : Dinas Perindag, Koperasi UKM dan Investasi Kab. Halteng
Pembangunan infrastruktur yang baik oleh pemerintah dapat mendukung terselenggaranya investasi dan aktivitas ekonomi yang lebih baik. Tahun 2005 saja, ketersediaan listrik dan air bersih di wilayah ini cukup baik dengan pertumbuhan positif Sektor Listrik, Gas & Air Bersih sebesar 9.43%.
Promosi yang gencar untuk menarik investasi serta pembangunan sarana kesehatan, pendidikan serta lahan bisnis akan memberikan keuntungan di masa mendatang yang lebih baik. Oleh karena itu hubungan pemerintah pusat dengan daerah dalam memberikan dukungan sumberdaya modal dan manusia yang lebih baik melalui dana alokasi umum dan bimbingan (training) merupakan salah satu solusi agar perkembangan ekonomi kabupaten Halmahera Tengah ini dapat memiliki prospek lebih baik dan mengundang pertumbuhan di daerah Maluku lainnya.
0 comments:
Posting Komentar